Bukan Ngabuburit Biasa “Menjemput Senja di Pusat Kota”

Bukan Ngabuburit Biasa

YOGYAKARTA – Bukan Ngabuburit Biasa (WAJIB KUNJUNG MUSEUM NGABUBURIT) dengan tema “Menjemput senja di Pusat Kota”, kegiatan yang diselenggarakan dari kolaborasi Edukator Dinas Kebudayaan DIY dan Duta Museum DIY. Kegiatan kunjungan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 7 Mei 2021, bertempat di Museum Dr. Yap Prawirohusodo. Kegiatan ini turut mengundang beberapa komunitas salah satunya Komunitas Multimedia AMIKOM (KOMA) Yogyakarta, yang berkesempatan hadir dalam kunjungan museum kali ini. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi sharing yang dibawakan oleh Kak Hernawan, Kontributor genpijogja.com.

Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan singkat mengenai tujuan kegiatan yang diperkenalkan langsung oleh Kak Retno Putra selaku moderator dari perwakilan staf karyawan Museum Dr. Yap Prawirohusodo. Kemudian, para undangan dipersilahkan untuk melihat Museum dengan dibagi menjadi dua kelompok. Setelah itu, tiap kelompok mulai berkeliling melihat tiap ruangan dengan didampingi oleh staf karyawan Museum. Tidak hanya melihat seisi ruangan, teman-teman Komunitas Multimedia AMIKOM (KOMA) juga diberikan penjelasan disetiap ruangan.

baca berita lainnya di https://koma.or.id/article/

Museum Dr. Yap sendiri diresmikan pada tahun 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan, Rumah sakit Mata Dr. Yap telah berdiri sejak diresmikan tahun 1923. Museum ini dididirikan dengan tujuan mengenang jasa Dr. Yap Hong Tjoen seorang keturunan TiongHoa yang mengabdikan hidupnya untuk membantu menangani wabah penyakit mata saat itu di Indonesia. Tidak hanya melakukan pengobatan secara gratis, Dr. Yap juga mendirikan Balai Mardi Wuto pada tahun 1926, untuk memberikan pendidikan dan keterampilan kepada penyandang tunanetra.

Kegiatan selanjutnya yaitu sharing mengenai penulisan artikel yang berkaitan dengan museum yang dibawakan langsung oleh Kak Hernawan. Harapannya, para peserta yang hadir dapat mengenalkan museum-museum yang ada di Indonesia khususnya Yogyakarta melalui tulisan yang dapat diunggah di platform online. Dengan begitu, akan banyak orang yang mengetahui tentang museum dan juga sejarahnya serta dapat melestarikan budaya wajib kunjung museum. Semoga KOMA juga dapat mengenalkan museum melalui komunikasi visual yang ada di KOMA.

KOMA

Selalu Di Hati

Selalu Di Nanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *